Resume Film Patch Adams

TUGAS

MATA KULIAH KIE KESEHATAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah KIE Kesehatan

 

 

 

Disusun Oleh:

Siska Fiany

G1B011006

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT

PURWOKERTO

 

2012

 

  1. PENDAHULUAN

Film Patch Adam adalah drama yang diadopsi dari kisah nyata yang menceritakan tentang perjuangan seorang dokter yang penuh empati. Namanya adalah Hunter Adam, tetapi lebih dikenal dengan Patch Adam. Patch merupakan seorang dokter yang menerapkan metode humor kepada pasien dalam rangka peningkatan kualitas hidup untuk proses penyembuhan. Kisah Patch dimulai ketika dia mengalami depresi karena ditinggal pacarnya. Patch ingin sembuh dari penyakitnya sehingga dia rela untuk direhabilitasi di rumah sakit jiwa.

Rumah sakit jiwa adalah tempat ia bertemu teman-teman baru seperti Arthur Mendelson dan Rudi  yang menyadarkannya akan pentingnya pertolongan untuk orang sakit. Dokter dan perawat yang ia temui disana terkesan kaku  dan tidak ramah terhadap pasien. Padahal para pasien adalah mereka yang mengalami gangguan jiwa sehingga perlu diperhatikan dan pemahaman dari segi psikisnya. Hal tersebut membuat Patch geram dan bertekad untuk menolong teman-temannya. Seiring komunikasi yang ia lakukan dengan teman-temannya, Patch mengerti bahwa pengobatan tidak hanya dari segi biologis saja tetapi juga kondisi psikis sama pentingnya. Selama 2 tahun di rumah sakit jiwa Patch dapat menyembuhkan beberapa teman-temannya. Latar belakang tersebut memantapkan niat Patch untuk menjadi seorang dokter sehingga dapat menolong pasien.

Virginia Medica Universitas adalah tempat Patch belajar kedokteran setelah bebas dari rumah sakit jiwa. Disana Patch menjadi mahasiswa terbaik, walaupun seringkali ia mendapat masalah karena sering melanggar peraturan universitas. Masalah yang ia dapatkan karena pemikiran yang tidak sesuai dengan peraturan dalam mengenai pasien. Patch berpedoman pada peningkatan kualitas hisup pasien bukan perpanjangan hidup. Patch banyak berkomunikasi dengan pasien dengan tujuan membuat pasien tertawa agar pasien dapat meningkatkan kualitas kesehatannya. Metode pengobatan yang dilakukan Patch sangat ditentang oleh para dokter dan profesor yang merasa Patch mengabaikan metode yang biasa mereka jalankan.

Patch tidak pantang menyerah dan tetap pada pendiriannya untuk berkomunikasi dengan orang lain, mempelajari manusia, menolong pasien.  Sebelum lulus dari kuliah Patch mendirikan klinik gratis bernama Gesundheit Clinic. Klinik tersebut berjalan berkat kerjasama yang dia lakukan dengan segenap kolega di dunia medis seperti Truman Schiff, Carin dan lain-lain. Patch pernah diadili dikarenakan gugatan dari Dekan Walcott bahwa kliniknya  tidak memiliki izin praktek. Akan tetapi berkat penghargaan dari banyak pasiennya dan prakteknya yang tidak bertentangan dengan ilmu kedokteran, Patch bebas dari tuduhan. Akhirnya Patch lulus menjadi Dokter dengan menempati peringkat nilai tertinggi.

II. PEMBAHASAN

Uraian film diatas memberikan gambaran tentang pentingnya komunikasi dalam kehidupan. Fokus utama komunikasi yang digambarkan dalam film adalah mengenai komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik ini perlu dipahami oleh petugas pelayanan kesehatan agar pesan dapat diterima dan dipahami oleh pasien. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan antara komunikator dengan komunikan yang bertujuan untuk proses penyembuhan. Komunikator dalam film tersebut adalah dokter dan pasien adalah sebagai komunikan. Dokter berkomunikasi dengan pasien dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien agar pasien bisa sembuh.

Komunikasi yang dilakukan bisa berupa komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal biasanya dalam bentuk bahasa yang biasa dilakukan oleh setiap orang. Sedangkan komunikasi non verbal bisa berupa simbol-simbol yang disetujui oleh masyarakat yang berfungsi memperjelas atau melengkapi komunikasi verbal.

Pelaksaan komunikasi terapeutik ini menggunakan pendekatan metode Cutlip. Metode peningkatan intensitas penerimaan pesan agar komunikan dapat memahami pesan yang disampaikan.Biasa disebut dengan metode 7 C dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Credibility

Credibility berarti komunikator yang kredibel, terdiri dari beberapa unsur yaitu :

  1. Good Intention yang berartikomunikator harus memiliki itikad baik ketika berkomunikasi. Seperti yang digambarkan dalam film Patch benar-benar memiliki itikad baik untuk menolong pasien. Patch memahami kondisi psikis pasien, sehingga dapat membuat pasien tertawa dan meringankan rasa sakit mereka.
  2. Trust Worthiness berarti kelayakan untuk dipercaya. Petugas kesehatan dalam menyampaikan pesan kesehatan harus meyakinkan. Pesan yang meyakinkan akan membuat pasien percaya terhadap validitas informasi yang diterima sehingga dapat memahami serta mengaplikasikannya. Seperti Patch yang menjelaskan manfaat tertawa kepada dosen Walcott sehingga pasien percaya terhadapnya.
  3. Competence or Expertness berarti keahlian. Pesan yang disampaikan harus sesuai dengan keahlian ataupun orang yang menyampaikan pesan harus seorang yang ahli di bidangnya. Patch adalah mahasiswa kedokteran yang pintar yang mengetahui ilmu pengobatan sehingga pasien dapat menerima pesan yang dia sampaikan.
  4. Personality berarti kepribadian. Petugas kesehatan harus memiliki kepribadian yang baik, bersikap sesuai etika tenaga kesehatan agar pasienpun dengan senang hati menerima pesan yang disampaikan. seperti penyampaian pesan yang dicontohkan oleh Patch yang selalu tersenyum, bersikap ramah, supel dan menghargai dalam mengobati pasien.
  5. Character berarti watak. Petugas kesehatan harus memiliki watak yang baik seperti kejujuran. Patch selalu jujur dalam menyampaikan informasi, tidak dibuat-buat ataupun mengada-ada. Seperti pada adegan Patch berjanji mewujudkan fantasi nenek yang ingin mandi di kolam mie, Patch berkata jujur dengan menepati janjinya.
  6. Dynamic berarti kondisi dinamika yang tinggi. Petugas kesehatan yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam hal menolong pasien, maka akan lebih dipercaya. Patch sejak di rumah sakit jiwa telah mengobati teman-temannya. Dia juga berhasil  meringankan rasa sakit pasien penyakit kanker baik dari anak-anak, dewasa hingga lansia. Setiap hari berkomunikasi secara intens dengan pasien sehingga pasien dapat menerima pesan yang disampaikan.

2. Context diartikan sebagai kesesuian pesan dengan kondisi masyarakat. Pesan patch yang membuat tertawa sesuai dengan keadaan anak-anak penderita kanker yang selalu berkutat dengan mesin terapi dan merasakan penderitaan. Humor adalah hal yang sesuai untuk meringankan rasa sakit mereka.

3. Content diartikan sebagai penggunaan kata yang sesuai dengan audiense/pasien. Dalam penyampaian pesan kata yang digunakan disesuaikan misal dengan tingkat pendidikan. Penyampaian pesan yang disampaiakan oleh Patch disesuaikan dengan faktor umur, seperti saat menghibur anak-anak menggunakan dongeng dengan kata-kata lucu. Sedangkan saat berkomunikasi dengan penderita pankreas menggunakan syair-syair kematian yang agak rumit sesuai dengan kemampuan orang dewasa dalam menerima informasi.

4. Clarity diartikan sebagai perumusan yang disampaikan jelas, terperinci dan tidak membingungkan. Terlihat dalam adegan Patch menjelaskan bahwa tertawa dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Alasan yang disampaikan tentang manfaat tertawa bagi kesehatan jelas, rinci dan tidak membingungkan.

5. Continuity diartikan sebagai pengulangan pesan, tetapi pesan tidak monoton tetap bervariasi dalam penyampaian. Pesan Patch untuk mendorong pasien tertawa selalu diucapkan berulang-ulang tetapi dengan variasi penyampaian yang berbeda. Variasi penyampaian itu diwujudkan dengan dongeng, menari-nari dan berperan sebagai badut.

6. Consistency diartikan sebagai pesan yang disampaikan tidak bertentangan dari awal sampai akhir. Dari awal hingga akhir cerita Patch selalu mengatakan bahwa penyembuhan dapat dicapai dengan peningkatan kualitas hidup bukan dengan memperpanjang hidup.

7. Capability artinya komunikator mampu menjelaskan dengan jelas dan akurat.

a. Pesan dirancang untuk menarik perhatian seperti pesan Patch yang menjadi badut agar menarik perhatian anak penderita kanker sehingga lupa akan sakitnya.

b. Menggunakan simbol-simbol yang sesuai dengan komunikan seperti simbol Patch tersenyum dengan pasien sebagai tanda penghargaan.

c. Memberikan motivasi dan solusi. Patch memotivasi kakek dan nenek yang sedang sakit parah dengan mewujudkan imajinasinya agar merasa dianggap dan dibutuhkan sehingga bisa teratur menjalani pengobatan. Patch juga memberikan solusi agar tercapai kesembuhan adalah peningkatan kualitas hidup bukan mempertahankan hidup.

d. Adanya perimpitan kepentingan. Menurut Patch tertawa dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Patch menerapkan metode humor dalam pengobatan untuk membuat pasien merasa gembira sehingga mereka bisa tertawa dan tidak merasa sakit.

III. PENUTUP

Film Patch Adam menggambarkan tentang komunikasi terapeutik yang dilakukan seorang dokter terhadap pasien agar pasien mencapai kesembuhan. Proses penyembuhan tidak hanya melalui perbaikan biologis melainkan juga perbaikan kondisi psikis sangat mempengaruhi. Komunikasi terapeutik ini perlu dipahami oleh setiap petugas pelayanan kesehatan tidak terkecuali bagi Sarjana kesehatan masyarakat. Komunikasi terapeutik bertujuan menyadarkan pasien dengan menggunakan metode 7 C agar pesan dapat diterima sasaran. Metode 7 C meliputi credibility, content, context, clarity, continuity, consistency dan capability. Metode tersebut perlu dilakukan petugas kesehatan ketika berkomunikasi dengan pasien dalam rangka peningkatan keadaan psikologis.  Sehingga pasien memahami kebutuhan mereka sendiri dan dapat memberdayakan dirinya dalam proses penyembuhannya. Seorang ahli kesehatan masyarakat sangat perlu memahami dan mengaplikasikan komunikasi terapeutik terhadap masyarakat. Sehingga program komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan dapat tercapai.

SEMOGA BERMANFAAT🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s