Enyahkan Resah

Berani muncul saat lepas sadarku

Tanpa permisi mengusik mimpiku

Berkelebat seperti angin haus akan embun

Setelah segar, lekas berlalu

Pergilah , jangan mengerling walau sekali

Tiada maksudku membenci

hanya merasa sajaknya yang tumpah ruah

Namun tiada makna yang berarti

Berapa banyak mantra yang mestinya tak ku dengar

Semua hanya celotehan belaka

Mungkin aku terlalu berlebihan

Padahal kiasan sesaat rapuh jadi abu

Semua berubah tak bersisa

Hidupmu nikmatilah untukmu

Sungguh, Hidupku tak sudi

mengingat sepuing pun kenangan sendu

Hey biang resah, enyahlah

DanĀ  jangan pernah menyesal

Saat waktu bertemu

Layaknya aku tak mengenalmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s