Kutu kepala/head Lice/ Pediculus humanus Capitis

  1. Pediculus humanus capitis

Pediculus humanus capitis disebut juga kutu kepala yang merupakan ektoparasit yang menginfeksi manusia, termasuk dalam family pediculidae yang penularannya melalui kontak langsung dan dengan perantara barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya: sisir, sikat rambut, topi, syal, handuk, selimut dan lain-lain (Weems and Fasulo, 2013).

  1. Taxonomi

Phylum          : Arthropoda Kelas              : Insekta Ordo               : Phthiraptera Sub Ordo       : Anoplura Famili             : Pediculidae Genus                        : Pediculus Spesies          : Pediculus humanus capitis (Soedarto, 1990, dalam Wijayanti, 2007).

  1. Morfologi
    a. Kutu Rambut Dewasa

Kutu kepala dewasa mempunyai panjang sekitar 2 sampai 3 mm (ukuran biji wijen), memiliki 6 kaki. Kutu rambut dewasa berbentuk pipih dan memanjang, berwarna putih abu-abu, kepala ovoid bersudut, abdomen terdiri dari 9 ruas, Thorax dari khitir seomennya bersatu. Pada kepala tampak sepasang mata sederhana disebelah lateral, sepasang antenna pendek yang terdiri atas 5 ruas dan proboscis, alat penusuk yang dapat memanjang. Tiap ruas thorax yang telah bersatu mempunyai sepasang kaki kuat yang terdiri dari 5 ruas dan berakhir sebagai satu sapit menyerupai kait yang berhadapan dengan tinjolan tibia untuk berpegangan erat pada rambut (Wijayanti, 2007). Kutu rambut jantan berukuran 2mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V”. Sedangkan kutu rambut betina berukuran 3mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V” terbalik. Pada ruas abdomen terakhir mempunyai lubang kelamin di tengah bagian dorsal dan 2 tonjolan genital di bagian lateral yang memegang rambut selama melekatkan telur (Wijayanti, 2007). Kutu betina dapat hidup antara 3 sampai 4 minggu dan setelah  bisa berbaring hingga 10 telur per hari . Ini telur kecil yang melekat erat pada pangkal rambut poros yang berjarak ± 4mm dari kulit kepala dengan zat seperti lem yang diproduksi oleh kutu (Frakowski et al, 2010). Jumlah telur yang diletakkanselama hidupnya diperkirakan 140 butir (Wijayanti, 2007)

. Image

Gambar 2.1. Morfologi Kutu kepala dewasa

(Sumber: Anonim, 2004)

Keterangan Gambar

A.   Antena

B.  Kuku tarsus

C.  Mata

D.   Forns

E.   Tibia

F.    Torax

G.   Spirakle

H.   Segmen Abdomen

I.      Lempeng pleural dengan spirakle abdomen  

 

Image

Gambar 2.2. Kutu kepala dewasa jantan dan betina

(Sumber: Anonim, 2004)

  1. Nimfa

Nimfa berbentuk seperti kutu rambut dewasa, hanya bentuknya lebih kecil.

  1. Telur

Telur berwarna putih mempunyai operculum 0,6-0,8 mm disebut nits. Bentuknya lonjong dan memiliki perekat, sehingga dapat melekat erat pada rambut. Warna telur terlihat samar dan mirip dengan warna rambut dan mudah dilihat pada bagian posterior. Telur yang kosong ( nits ) lebih mudah dilihat karena tampak putih diantara rambut yang gelap. Beberapa ahli menyebut nits lebih menunjuk pada telur yang kosong. Telur diinkubasi oleh panas tubuh dan biasanya menetas dalam 8 sampai 9 hari , tapi bisa menetas antara 7 sampai 12 hari tergantung pada udara sekitar panas atau dingin. Daerah favorit tempat melekatnya telur adalah di dekat telinga dan bagian belakang kepala (Sutanto dkk, 2008). Telur kutu tubuh selain diletakkan pada serat pakaian dan kadang-kadang pada rambut tubuh manusia .

Image

Gambar 2.3. Telur kutu kepala

  (Sumber: Weems dan Fasulo, 2013)

  1. Penyebaran atau distribusi

Kutu rambut merupakan parasit manusia saja dan tersebar di seluruh dunia. Biasanya menyerang anak usia pra sekolah dan anak usia sekolah. Akibatnya, kutu kepala yang paling umum menginfestasi kalangan anak-anak. Apabila seseorang penuh dengan kutu , ada kemungkinan bahwa seluruh keluarga akan akan tertula. Di Amerika serikat Orang yang menyikat rambut secara rutin memiliki kutu yang jumlahnya tidak lebih dari 12, akan tetapi pada individu yang budaya perawatan yang berbeda sering meiliki seratus atau lebih kutu hidup. Infestasi kutu manusia , yang disebut pediculosis , dapat menyebar cepat dan dapat mencapai proporsi epidemi jika dibiarkan Pada sekelompok orang , faktor-faktor seperti usia, ras (Misalnya , Afrika-Amerika yang rarelyinfested dengan kepala kutu, jenis kelamin , berkerumun di rumah , ukuran keluarga , dan metode pakaian closeting mempengaruhi kursus dan distribusi penyakit . (Weems dan Fasulo, 2013).

  1. Siklus Hidup

Image

Gambar 2.4. Siklus Hidup Kutu Kepala

(Sumber: Departement of Health, victoria, Australia, 2011)

Lingkaran hidup kutu rambut merupakan metamorfosis tidak lengkap, yaitu telur-nimfa-dewasa. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari sesudah dikeluarkan oleh induk kutu rambut. Sesudah mengalami 3 kali pergantian kulit, nimfa akan berubah menjadi kutu rambut dewasa dalam waktu 7-14 hari (Wijayanti, 2007). Dalam keadaan cukup makanan kutu rambut dewasa dapat hidup 27 hari lamanya (Sutanto dkk, 2008).

  1. Bionomic
  2. Perilaku

Kutu tidak bisa melompat atau terbang, tetapi dapat merangkak. Terdapat laporan bahwa menyisir rambut kering dapat lebih mengeluarkan kutu dewasa dari kulit kepala. Kutu rambut kepala dapat bergerak dengan cepat dan mudah berpindah dari satu hospes ke hospes lain. Penelitian mengungkapkan bahwa kutu dapat berpindah antar sarung bantal pada malam hari , tetapi insiden rendah ( 4 % ) (Weems dan Fasulo, 2013).  Kutu rambut ini dapat bertahan 10 hari pada suhu 5oC tanpa makan, dapat menghisap darah untuk waktu yang lama, mati pada suhu 40OC. Panas yang lembab pada suhu 60oC memusnahkan telur dalam waktu 15-30 menit. Kutu rambut kepala mudah ditularkan melalui kontak langsung atau dengan perantara barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya sisir, sikat rambut, topi dan lain-lain (Wijayanti, 2007).

  1. Tempat perindukan

Tempat-tempat yang disukainya adalah rambut pada bagian belakang kepala. Telur dari kutu ini lebih mudah ditemukan terutama pada tengkuk dan bagian belakang kepala. Pada infeksi berat, helaian rambut akan melekat satu dengan yang lainnya dan mengeras, dapat ditemukan banyak kutu rambut dewasa, telur (nits) dan eksudat nanah yang berasal dari gigitan yang meradang. Infeksi mudah terjadi dengan kontak langsung. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kepala (Wijayanti, 2007).

  1. Kebiasaan makan

Kutu dewasa dan nympha mendapatkan makanannya dengan menghisap darah manusia. Kutu makan dengan cara menggigit melalui kulit  dan menyuntikkan air liur untuk mencegah darah dari pembekuan, kemudian mengisap darah ke saluran pencernaan. Penghisapan darah dapat terjadi dalam jangka waktu lama jika kutu tersebut tidak terganggu. Sementara itu, ketika makan kutu dapat mengeluarkan kotoran berwarna merah gelap pada kulit Weems dan Fasulo, 2013). Lesi pada kulit kepala disebabkan oleh tusukan kutu rambut pada waktu menghisap darah. Lesi sering ditemukan di belakang kepala atau kuduk. Air liur yang merangsang menimbulkan papula merah dan rasa gatal yang hebat. Diagnosis ditegakkan jika terdapat rasa gatal-gatal yang hebat dengan bekas-bekas garukan dan dipastikan jika ditemukan Pediculus humanus capitis dewasa, nimfa dan telurnya (Wijayanti, 2007).

  1. Pengendalian

Pemberantasan kutu rambut kepala dapat dilakukan dengan menggunakan tangan, sisir serit atau dengan pemakaian insektisida golongan klorin (Benzen heksa klorida). Beberapa pengendalian yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut: 1)    Hindari head-to -head ( hair -to – hair) kontak selama bermain dan kegiatan lain di rumah , sekolah , dan di tempat lain ( olahraga , taman bermain , pesta tidur , berkemah ) . 2)    Tidak berbagi pakaian seperti topi , syal , mantel , seragam olahraga , pita rambut , atau jepit rambut . 3)    Tidak berbagi sisir, sikat , atau handuk . Sisir dan sikat disinfeksi digunakan oleh orang yang penuh dengan merendam dalam air panas ( setidaknya 40 ° C ) selama 5-10 menit . 4)    Jangan berbaring di tempat tidur , sofa , bantal , karpet , atau boneka binatang yang baru-baru ini telah melakukan kontak dengan orang yang tejangkit kutu (http://www.cdc.gov/, 2013). 5)    Meningkatkan hygiene personal seperti sering mengganti dan membersihkan pakaian, topi, dan sarung bantal. 6)    Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perawatan badan dan rambut perlu ditanamkan baik kepada orang tua maupun para anak-anak (siswa) sendiri. 7)    Ketika salah sartu anggota keluarga diketahui terkena kutu kepala maka dianjurkan untuk memeriksa keberadaan kutu pada anggota keluarga yang lain. 8)    Pengobatan juga harus dilakukan jika seseorang sudah terjangkit yang ditandai dengan rasa gatal-gatal di kepala. Weems dan Fasulo (2013)   Macam-macam obat untuk Pediculus humanus capitis (Kutu rambut):

1)    Shampo Lindane 1%. Gamma benzene heksa klorid atau piretrin. Dosis, shampo rambut biarkan 4-10 menit, kemudian dibilas piretrin. Pakai sampai rambut menjadi basah, biarkan 10 menit kemudian dibilas. (Tindak lanjut periksa rambut 1 minggu setelah pengobatan untuk telur dan kutu rambut). 

     2)    Salep Lindane (BHC 10%) ; atau bedak DDT 10% atau BHC 1% dalam pyrophylite; atau Benzaos benzylicus emulsion. Dosis, epala dapat digosok dengan salep Lindane (BHC 1%) atau dibedaki dengan DDT 10% atau BHC 1% dalam pyrophlite atau baik dengan penggunaan 3 – 5 gram dari campuran tersebut untuk sekali pemakaian. Bedak itu dibiarkan selama seminggu pada rambut, lalu rambut dicuci dan disisir untuk melepaskan telur. Emulsi dari benzyl benzoate ternyata juga berhasil.

3)    Cair / Peditox / Hexachlorocyclohexane 0,5%. Dosis, osokkan pada rambut dan kepala sampai merata biarkan semalam kemudian dicuci lalu dikeringkan (Wijayanti, 2007).              

  Anonim, 2004. Teori Parasitologi. Semarang: Akademi Analisis Kesehatan. Universitas Muhamadiyah Semarang.  

CDC. 2013. Parasites – Lice – Head Lice. http://www.cdc.gov. Diakses tanggal 29 Maret 2014.   Departement of

Health, victoria, Australia. 2011. Treating and controlling head lice. http://health.vic.gov.au/headlice/. Diakses tanggal 29 Maret 2014

  Frankowski, Barbara L., Joseph A. Bocchini, Jr and Council on School Health and Committee on Infectious Diseases. Head Lice. Journal Pediatrics. Hal : 392-403.

  Sutanto, Inge dkk. 2008. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran : Edisi Keempat. Jakarta.  

Weems, H. V. Jr. and T. R. Fasulo. 2013. Human Lice: Body Louse, Pediculus humanus humanus Linnaeus and Head Louse, Pediculus humanus capitis De Geer (Insecta: Phthiraptera (=Anoplura): Pediculidae). Ifas Extension. University Of Florida.  

Wijayati, Fitriana. 2007. Hubungan Antara Perilaku Sehat dengan Angka Kejadian Pedikulosis Kapitis pada Santriwati Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang. Skripsi. Universitas Jember. Jember.    

 

Semoga Bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s