Gunung Prau, I Love U

IMG_7577

Sudah lama kami bertekad untuk mendaki gunung bersama, ya.. rencana terkadang hanya sekedar rencana. Namun, kali ini kami benar” tak ingin membiarkannya menerawang dalam angan. Sabtu, 11 oktober 2014 tak perduli apapun agenda yang sekiranya dapat menghalangi tekad kami ini, kami usir jauh”, pokoknya pengen naik gunung titik.😀

Setelah satu hari sebelumnya kami mengadakan konferensi untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan, sabtu pagi.. kami membeli dan menyewa peralatan. Berbagi tugas agar semua dapat terselesaikan tepat waktu, hari ini kami akan berangkat pukul 13.00. Carrier, tenda, dan segala kelengkapannya hingga kentang dan telur rebus sudah kami persiapan, antisipasi terjadinya kelaparan di tegah perjalanan. Pukul 13.00 kami ber 11 orang berkumpul di kos tercinta, saya (siska), eni, ba’da, kania, rifa, arum, indri, endah, lala, afaf, dan teman laki-laki satu-satunya sekaligus sebagai pahlawan dan driver kami alfian. Sekitar pukul 14.00 kamipun berangkat menggunakan mobil L 300 yang nampaknya sudah berumur lanjut. Hiks..
Perjalanan kamipun dimulai.. awalnya mobil yang kami tumpangi bersahabat, namun ditengah perjalanan kalau tidak salah di sekitar banjarnegara mobilpun mengeluarkan bunyi”an yang aneh, ya,, bak knalpot motor vespa yang menderu mencipktakan kebisingan pada penumpangnya.. kamipun sedikit panic berharap bunyi itu tidak permanen. Sekitar 5 menit berlalu bunyi knalpotpun terhenti,, kami dapat bernafas lega kembali, Alkhamdulillah..🙂

hari sudah hampir petang, namun kami baru melewati setengah perjalanan purwokerto-wonosobo dan tiba-tiba mobil kami mogok, untung saja mobil tahu dimana dia harus menempatkan dirinya. Beruntung sekali mobil kami mogok di depan bengkel m*tsubishi. Kamipun harus rela mengorbankan waktu sekitar 1 ½ jam untuk memperbaiki mobil sekaligus menjalankan kewjiban sholat magrib. Setelah sholat magrib mobilpun menunjukkan tanda-tanda kehidupannya, mungkin ini adalah peringatan agar kami tetap bisa sholat tepat waktu…🙂. Perjalananpun dilanjutkan… sekitar pukul 19.00 tibalah kami di alun-alun wonosobo. Perut kami berdendang meghantarkan impuls kelaparan. Akhirnya kami mengisi perut di angkringan sambil menikmati malam di alun” wonosobo dan mendinginkan mesin mobil agar dia tidak murka pada kami. hehe Petualangan kami mulai kembali berharap mobil tidak mogok lagi karena dia telah merusak rencana kami dan mengulur waktu hingga selarut ini, harusnya kami sudah bisa sampai di patak banteng sekitaran maghrib. Dan benar saja mesin mobilpun memanas dan tak mau overdosis , kami terpaksa berhenti di sebuah tikungan tajam menanjak, sebelah kebun kentang yang sedang disiram, sengaja agar mesin mobil cepat dingin terkena percikan air. Hehe sekitar satu jam berlalu mobilpun mau kompromi dan hidup lagi, namun tampaknya masih belum cukup akhirnya kami berhenti lagi di tempat yang lebih aman dan tinggi, sehingga di tempat itu kami bisa menikmati cahaya bulan pertengahan yang bulat penuh dan merekah ditemani kerlap kerlip cahaya pemukiman rumah warga yang bisa kita lihat dari atas tampak seperti bintang di langit, tak mau kalah ketika kami menengadah, bintang sebenarnya sangat jelas bak permadani semesta yang indah, subkhanallah🙂. namun tidak bisa dipungkiri dinginnya udara gunung menusuk hingga ke tulang rawan, membuat kami tidak betah berlama-lama di tempat itu, kamipun melanjutkan perjalanan…
Alkhamdulillah tidak lama kemudian kami tiba di area patak banteng, mobil kami yang “ngambekan” kami istirahatkan agar segar saat kami tumpangi besok. Kami segera bersiap-siap melindungi seluruh tubuh kami yang dingin diterpa angin dengan apapun yang telah kami bawa dari kos.an. sekitar pukul 21.50 kamipun memulai perjalanan kami yang sebenarnya, ya… dalam hatiku bergumam, Prau, I’m coming… saat itu semangat ku dan mungkin mereka masih sangat membara .. meski tubuh sudah letih termakan waktu sepanjang pwt-wnsbo. Tak apa… karena inilah tujuan kami ..harapan kami tak pudar.. karena gunung itu, didepan mata kami… dan hanya tinggal mendakinya dengan perjuangan dan kesabaran🙂
Sebelum pos 1, jalan yang dilalui masih lebar dan bagus,, aku sangat menikmatinya. Namun baru saja kami melewati Pos 1 jalan mendadak berubah menjadi sempit, terjal, dan amat berdebu.. walau begitu semangatku tetap tak urung. Jalan kulewati meski dengan gaya jalan bebek atau merangkak.. dan tiba-tiba,, pendaki di depanku macet terdegar suara ribut jerit-menjerit.. aku tetap optimis… “Ah… tenang saja siska pasti kamu bisa melewatinya ini hanyalah sebagian kecil dari kehidupan.” Hehe
tiba giliran saya memijakkan kaki di tanah yang amat terjal itu, tanganku memegang bambu pembatas degan amat erat, namun, srak….! Kakiku benar-benar tak dapat menahan badanku untuk tetap berdiri tegak, ya.. mungkin ini efek alas sepatu yang sudah gundul. Seketika aku menjerit meminta tolong dan bergerak reflex menarik kaki seseorang didepanku, de afaf. Diapun ikut terjatuh menerima efek domino dariku. Aku spontan terduduk, teman” menyemangati “tenang siska, tidak apa-apa”. Alfian segera datang hendak menolong mengulurkan tali kepadaku, aku memegang erat tali itu dan mencoba berdiri perlahan namun semakin aku mencoba berdiri semakin aku meluncur ke bawah, aku takut menabrak kania yang berada di belakangku jangan sampai kania terjatuh juga karena aku. Tapi Alkhamdulilah ada mas” dari belakang yang langsung menolong dan membangunkanku dengan menarik kedua lenganku segera mengangkatku. Aku sangat berterimakasih sekali. Perasaanku benar-benar tak karuan, seberat inikah rasanya naik gunung? Namun aku teringat alfian berkata” ayo siska ini belum apa-apa, baru pos 1” ya.. walaupun sekujur tubuhku terlanjur tremor akibat terjatuh tadi, namun aku teringat lagi “inilah yang telah kau inginkan sejak lama, Baru aja pos 1 masa mau nyerah?” Kondisi aku saat itupun memang kurang bagus, karena tepat dengan hari pertama kedatangan bulan, ya itu rasanya bikin badan lemes banget. Hiks..hiks. bukan aku saja yang mengalami hal yang membuat sport jantung, eni sepertinya terlalu lelah membawa carier dengan berat puluhan kilo yang tak terasa nyaman membebani punggungnya. Untung saja dia dibantu oleh mas ari disepanjang pendakian gunung prau. Berbeda dengan Ba’da, arum, indri, dan lala kulihat mereka benar-benar akhwat yang tangguh, terus melaju tanpa mengeluh, terimakasih teman,, semangat kalian seperti doping bagiku kalian hebat🙂 rifa, kania, endah dan afaf mereka juga melangkah percaya diri meski kadang tertatih… sedangkan alfian selalu siap sedia menolong kami jika dibutuhkan. Ya… karena dialah satus-atunya lelaki di kelompok kami. Sekitar 3 jam lebih akhirnya pendakianpun terlewati. Bagiku… itu rasanya lama sekali, seperti setengah hari.. hiks.hiks. di perjalanan sempat terbersit dalam hatiku, haruskah aku tidak lagi mendaki gunung setelah ini? Rasanya lelah sekali benar-benar penuh perjuangan dan pengorbanan, hampir 75% perjalanan aku lewati dengan merangkak, 15% dengan meninta tolong mengulurkan tangan kepada orang yang berjalan didepanku, berharap tubuhku ditarik keatas olehnya, mungkin hanya 10% saja aku berjalan gagah di atas tanah. Sepanjang perjalanan menghirup dan memakan debu dari tanah gunung, lubang hidungkupun terasa semakin tebal den sesak, percikannya pun terasa di mata dan hampir menutupi pori-pori wajahku. Namun aku bahagia dapat menyelesaikannya hingga menapaki puncak prau. Tak lupa aku ucapkan syukur kepada Allah swt atas segala kemampuan dan keselamatan yang diberikan-Nya padaku dan teman-teman. Subkhanallah… pengalaman yang luar biasa🙂
Kamipun segera bekerjasama membangun tenda untuk istirahat, walaupun toh waktu istirahat kami di perkemahan tidak panjang, namun masih dapat memberikan charger energi esok hari. Sebelum tidur kami memakan segelas mie dan 1 butir telur rebus. Meski tidur dengan menggunakan baju berlapis-lapis serta dilengkapi matras dan sleeping bed namun rasa dinginnya tetap tak kunjung hilang .. tapi untungnya saya masih bisa tidur, sehingga subuh terbangun dengan merasakan kesegaran. Disisi lain tulangku tidak bisa dibohongi,,, seperti remuk dan ngilu disekujur otot beserta sendi pula. Inilah kenikmatannya… terbayar sudah ketika sunrise memunculkan wujudnya.. menambah lukisan langit berwarna pink bercampur biru muda yang sangat merefresh pupil yang lelah… tak lama semburat orangepun melengkapi, di dampingi dengan munculnya sang bola api raksasa yang nampak malu-malu memunculkan dirinya secara perlahan… subkhanalllah keagungan-Mu tak terhingga ya Robb… terimakasih aku masih dapat menikmati semua anugrah-Mu ini. Gunung-gunung sekitar jawa tengahpun (sindoro, sumbing, merapi) saling berjejeran membentuk lukisan yang indah menambah variasi panorama alam di gunung prau yang sedang kami pijak ini.. awan-awan putih berkerumun mengelilingi gunung”yang megah itu hamparannnya seperti kapas bantal yang terlihat amat empuk,. barisan bukitpun tak kalah menunjukkan keeksisannya,,,, diselimuti dengan bunga daisy yang imut dan berwarna-warni, benar kata mereka, seperti bukit teletubbies🙂 semakin terasa sempurna ketika semuanya dilalui bersama sahabat-sahabat yang sangat saya sayangi… ukhty,, anaa ukhibbukum fillah :*

Ya Allah… hingga nanti tetap biarkan aku mengingat semua keindahan ciptaan-Mu ini, agar aku terus bersyukur dan bertambah keimananku pada-Mu.. fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzdzibaan?. Setelah puas menikmati suasanana sunrise dibarengi dengan berfoto-foto mengbadikan moment indah tersebut. Kami kembali ke tenda dan mengisi perut untuk bekal turun gunung.. ba’da, indri, rifa dan teman” lain memasak kentang goreng sosis saus asam manis,, namun aku tergeletak di tenda menahan perut yang sakit karena ingin mengeluarkan isinya. .beruntunglah perutku dapat dikompromi, hehe
setelah makan, kamipun membereskan tenda dan bersiap turun gunung… sekitar pukul 9 sebelum meninggalkan puncak prau kami berfoto bersama di tugunya. Potret ini tidak kan pernah aku lupakan dan akan menjadi cerita indah bersama sahabat-sahabat yang sangat aku sayangi. Bahwa kita bisa menaklukkan puncak prau bersama🙂
Saatnya menuruni gunung prau, malam tadi saya sempat berpikir, lebih baik aku disini saja.. karena rasanya menuruni gunung akan lebih menyeramkan dibandingkan dengan mendakinya. Namun bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain selain turun, karena aku juga harus pulang dan kuliah seperti biasa bahkan harus presentasi, besok. Baru saja beberapa langkah kakiku sudah begetar melihat pemandangan dikaki gunung walaupun indak tapi rasanya itu… heum.. menakutkan karena jalan yang dituruni hanyalah jalan setapak yang terjal dan terasa licin berdebu.. yang bisa saja tiba” membuat aku terperosok.. dalam hatiku terus berdo’a menyebut asma-Nya, ya Allah,,, tolong berikan kekuatan kepadaku dan sahabat”ku semoga kami selamat sampai bawah.. lalu perjalanan itupun aku lalui dengan penuh perasaan was-was. Aku anggap saja jalan itu seperti mainan seluncuran anak TK. Ya,, seperti itulah saya melewatinya benar-benar saya nikamati sebagai seluncuran. Akibatnya baju dan tasku hampir berwarna coklat karena dilumuri debu,,,
Saat turun, kami terpisah-pisah.. indri dan ba’da mereka menjadi yang pertama sampai di basecamp dari kelompok kami. Disusul oleh lala yang sendirian di sepanjang perjalanan pos 2 hingga bawah. Adik yag satu ini memang cabe rawit. Hehe disusul olehku, arum dan afaf yang tiba dibawah pada urutan ketiga. ternyata,,, jalan yang tadi malam membuat aku terjatuh disana, benar-benar menyeramkan, pantas saja .. aku tidak sanggup berdiri disana, benar” miring membentuk sudut hampir 800 dan tanahnya sangat licin. Alkhamdulilah aku selamat dari sana. Selanjutnya alfian tiba membawa carier, disusul oleh kania, endah, eni dan rifa..alkhamdulilaah semua bisa turun dengan selamat. Setelah kami bersih”, membeli oleh” untuk teman” di pwt dan siap” untuk pulang. Namun, tragedipun terjadi lagi setelah tadi malam mobil kami kepanasan, sekarang mobil itu berbalik kedinginan … alfianpun memperbaikinya terlebih dahulu dibantu oleh bapak” yang ada disana ..akhirnya setelah ashar, sekitar pukul 16.00 kita baru bisa berangkat untuk pulang kePWT. beruntunglah mobil tidak mogok lagi dan kita sampai kosan sekitar pukul 20.30. Alkhamdulillah…
Ya… begitulah kurang lebihnya pengalaman aku dan sahabat”ku mendaki gunung prau. semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi serta bermanfaat untuk teman-teman🙂

Doumentasi
DSC_0007
suasana angkringan di alun-alun wonosobo

DSC_0022
narsis hehe

DSC_0042
perkemahan pagi hari

DSC_0187
Indahnya kebersamaan 1

DSC_0151
Indahnya kebersamaan 2

IMG_7721
Indahnya kebersamaan 3

IMG_7710
tugu gunung prau

IMG_7649
pemandangan dari atas “beautifull”

IMG_7749
Perjuangan turun gunung 1

IMG_7729
Perjuangan turun gunung 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s