Tragedi pasca subuh

14 Desember 2014
Kulihat jam menunjukkan pukul 07:20. Seiring jarum jam yang berdetak, nafasku seperti sedang marathon terasa cepat dan sedikit sesak. Kenapa ini? Seperti inikah rasanya?
tenang saja teman.. aku tidak sedang menderita gangguan kesehatan. Alkhamdulillah aku baik-baik saja…

tapi disini.. tanganku menunjuk dada. Rasanya ada yang aneh… tak seperti biasa.
aku menerawang pada apa yang telah terjadi padaku sekitar 1 jam 40 menit yang lalu…
pagi ini setelah membaca Alma’tsurot aku lanjutkan dengan membaca terjemah surat Saba di Hp sambil merebahkan diri diatas kasur, tak terasa setelah membaca beberapa ayat saja aku terlelap lagi…
aku berencana untuk mencuci baju pagi ini sebelum aku persiapan menuju acara training profesi.
namun “kecelakaan” ini telah merusak beberapa agenda pentingku, heumm… aku merasa kesal lalu banyak-banyak mengucap istighfar.
Rasa yang aneh disini bukan karena kesalku, aku sudah beberapa kali mengalami, namun terkadang terjadi begitu saja dan tak bisa dihindari.. kini dengan topik yang berbeda, yang mampu membuat kegelisahan yang tak perlu.
ya.. mungkin ini adalah tragedi pasca subuh. Aku memutar memoriku lagi. Mimpi itu.. mimpi yang pernah aku do’akan agar ia tak kembali lagi.. bunga tidur yang ingin aku jauhi dengan sepenuh sadarku, namun apalah daya mimpi itu pun terjadi di alam bawah sadarku… mau apalagi.
Dia seseorang yang sudah cukup lama ku kenal sekitar 1 windu lebih yang sebenarnya aku tak begitu dekat dengannya namun aku memang sempat dekat dengannya meski tak cukup lama. Heuumm sebenarnya aku tak tertarik untuk mengingatnya, karena dulu aku masih berada di masa “jahil” aku masih belum bisa dan terbiasa mengontrol emosi pemikiran dan perasaanku. Saat aku masih sebegitu mudah menuruti keinginan duniawi. Yah … bak remaja ababil yang ingin mencoba pengalaman dimasanya. Hingga kenangan-kenangan yang terkumpul sesekali timbul ketika aku melihat gambarnya atau pun ketika parasnya muncul dalam mimpiku. Seperti pagi ini… Membuatku bertanya lagi, apakah dia baik-baik saja? bagaimana kabarnya kini? Sedang sibuk apa dia sekarang? Ya… inilah fitrah wanita yang aku alami… hanya sekadar mimpi saja mampu menggoyahkan hati yang tenang.
Berkata Al-Qodhi ‘Iyadh, “Para wanita disamakan dengan kaca karena lemahnya hati mereka” ( Masyariqol Anwaar II/177). Ah … sungguh ini membuka luka lama. Hingga dadaku serasa ditumpuk sesuatu hingga membuatnya tak bernafas sebebas biasanya.
Ya Allah… jika sudah seperti ini, satu-satunya Dzat yang kuingat hanyalah Engkau.. tiada yang aku percayai untukku menumpahkan segala keluh kesahku seperti halnya ku bercerita pada-Mu..Aku harus bagaimana… ya aku tahu persis aku harus segera memanaj perasaan ini sebisaku. Ya Robb ampuni aku.. aku mengaku salah, ini mungkin salahku saja yang tak menuruti pesan manusia yang paling engkau cintai.. ya .. beliau Rosulullah SAW memang melarang siapapun yang tertidur setelah subuh. Ini mungkin akibatnya,,
Dalam hadits Rasulullah Shallallahu’ alahi wassallam yang shahih yaitu
“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya”
HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih At-Targhiib waTarhiib no, 1693

Rasulullah Saw. bersabda:
“Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR. Thabrani)
Makanya saat matahari sibuk meninggi di waktu dluha… memberikan penerangan pada manusia yang sedang berikhtiar menjemput rizkinya,,aku disini harus banyak-banyak beristighfar.. mungkin aku kurang bersyukur… aku lalai, aku harus mendekat lagi kepada-Mu. Tidak seharusnya ini terjadi.. jika aku lebih meneladani Rosulullah yang sangat baik budi pekertinya..
Terfirman dalam salah satu kalam Allah begini terjemahnya…
dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang..
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS. Al-ahzab: 21.
Ya… akupun tersentil dengan ayat itu yang baru saja aku baca malam harinya.. aku masih bersyukur karena dengan segera diingatkan oleh Allah… agar aku tak mengulanginya lagi. untuk teman yang pernah menjadi orang terdekatku.. aku sama sekali tak membencimu.. atau pun kenangan ketika kau hadir di dalamnya.. kenangan itu, aku tak menyesalinya..sungguh aku jadikan pembelajaran yang sangat berharga agar aku lebih menjaga diri. Semua orang pasti punya masa lalu.. begitu juga aku dan kamu… semoga saja aku bisa tetap berteman baik denganmu..
kini… aku hanya ingin mencoba untuk memperbaiki diri.. untuk menjadi wanita yang lebih menjaga hijab, memagari diri dari pergaulan modern yang bisa dibilang telah melampaui batas. Mempersiapkan diri agar aku menjadi wanita yang pantas mendapatkan laki-laki yang sholeh… yang menjadi imam terbaik untukku menurut Allah…terkadang aku geli kenapa aku berkata seperti ini. Namun tak bisa dipungkiri,, usiaku sudah melebihi kepala dua meski fisikku tidak bisa dijadikan indikatornya. Hehe untuk temanku yang kini berada di kota kembang.. aku percaya mungkin kini kau menjadi orang yang lebih baik dariku.. semoga kau juga mendapatkan yang terbaik untukmu. Insyaa Allah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s