Perang Diri

Ketika sisi baik dan sisi jahatmu tangah bertarung
Seperti enggan mendengar tapi telinga tetap bising menderu
Bukan karena ramai mereka di luaran
Pikiranku saja yang tak sejernih biasanya

Rentetan peristiwa menjadi pembelajar yang tiada pernah putus
kini problema di depanku mambuat hati dan logika meradang
memilih menerima atau menjadi sang pemberontak
atau aku kan bersembunyi seperti pecundang tak bertanggung jawab

sabar… sabarlah wahai segumpal darah
mungkin perlukah kau ku rendam dalam kepingan es agar sejenak beristirahat
hey.. lihat sekelilingmu..lukamu belum seberapa
ini hanyalah awal yang mungkin tak ku tahu apa kejutan-Nya

ya… ketika sebuah ekspektasi telah menembus cakrawala manusia
aku tahu kau telah menggambarnya
namun jangan kau kira jalan ke puncak mulus tiada kendala
Sesekali tidak.. kau perlu bersiap melebihi pejalan kaki lima
Berdamailah seiring waktu yang mengikutimu
meluap-meluap hanya akan memperkeruh dirimu sendiri
banyaklah mohon ampun kepada sang Maha Segala
sembari menungngu jawaban indah dari-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s