Misteri Hingga Kini

Sorak Sorai wisuda..usai sudah. Seminggu lalu masih terasa gegap gempita hari terbesar dari Mahasiswa. Di meja kamar kosku… masih tergeletak buket bunga yang mulai mengering.. ya itu adalah bunga pemberian dari teman dekat yang ikut merasakan dan merayakan kebahagiaanku. Lamunanku terpecah ketika handphoneku berdering, penanda adanya telfon dari seseorang yang telah melahirkan aku ke dunia.

“pulanglah dulu… segera kirimkan lamaran kerjamu nak di dekat – dekat sini” ucap ibu.
ah yaa… aku jadi tersadar.. dunia yang sebenarnya  bersiap menyambutku.
saya akui… di tengah euphoria kala itu, terbersit kekhawatiran di hati.. bagaimanakah kelanjutan kisahku setelah ini. Pikiran itu seketika membuat senyum lebarku mengernyit, tapi saat itu, aku lebih memilih menikmati dulu hari wisudaku.
* Walaupun aku masih mempunyai tanggungjawab dengan proyek dosen pembimbingku, dengan terpaksa akupun pulang dan mengikuti saran ibuku.
setelah tiba dirumah, keesokan harinya aku langsung memasukan lamaran pekerjaan ke beberapa institusi kesehatan berharap minimal ada salah satu saja institusi yang tertarik dengan kemampuan yang aku punya. Tanpa pikir panjang besoknya aku langsung menuju perantauan kembali.

Dihari jum’at, ketika aku baru saja mengisi acara penyuluhan kesehatan, tepat  4 hari setelah aku mengajukan lamaran pekerjaan, aku mendapatkan panggilan wawancara.
beberapa hari berikutnya aku lewati wawancara itu, tidak terlalu banyak pertanyaan dari pewawancara. Beliau hanya menekankan pada prosedur penerimaan karyawan baru di institusi yang dipimpinnya.
“Jika kamu memang berminat bekerja disini, silahkan jalankan orientasi kerja selama 1 bulan. Keputusan terkait kamu diterima atau tidak bisa kamu ketahui setelah  orientasi” papar beliau.
Heummm aku sedikit bingung dengan cara ini, tidak ada percakapan tentang kesepakatan gaji ataupun hal lain yang umumnya ditanyakan ketika proses wawancara kerja. Tapi saya akui, cara ini memang efektif untuk mengatasi permasalahan karyawan resign dini, karena sebulan penuh kita (calon karyawan) benar – benar penjajakan dengan seisi institusi mulai dari pekerjaannya, teman kerjanya lingkungannya, aturannya, gajinya dan semuanya, dan ketika kita merasa tidak cocok dengan salah satu elemen di institusi tersebut, kita boleh memilih untuk mundur kapanpun kita mau sehingga tidak ada penyelasan ketika bekerja nanti.

Masa magang terlewati, akupun memilih untuk mengambil pekerjaan ini karena aku memang ingin menjadi seseorang yang bermanfaat dengan menjadi seorang pengajar (dosen) yang berharap mendapatkan amal tak terputus dengan mengamalkan ilmu yang telah didapat. Aku sangat bahagia, karena aku termasuk orang yang beruntung… yang bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat pasca wisuda.
Tapi ada yang berbeda dengan posisiku…
aku diterima sebagai dosen, namun nyatanya aku ditempatkan di posisi yang bisa kita katakan sebagai IT atau apalah itu aku pun masih tak mengerti. Di hari pertamaku bekerja, aku mendapatkan surat tugas untuk menjadi pengelola media sosial dari institusi.

Sudah hampir setengah tahun aku menjalankan tugasku, tapi bukannya setengah hati .. aku hanya masih bertanya – tanya…
pikiranku masih belum bisa menjangkau maksud dari perlakuan yang aku terima. Aku pun merasa bahwa terkadang negative thinking terkadang berkelebat.
Ya Robb.. apakah ini ujian? Aku tetap bersyukur atas apa yang telah kau beri.
aku tahu,,, keberadaanku disini bukan kebetulan tapi karena atas izin-Mu
tapi niatku masih berbanding terbalik dengan kenyataan
aku masih belum bisa mengamalkan ilmu kepada mereka (mahasiswa)
aku masih belum bisa melakukan pengalaman lain yang bisa memperkaya keilmuanku selain hanya membaca dan membuat artikel atau pun berita kesehatan.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya….”(QS. Al Baqoroh:286)

“(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. At Takwiir:28-29).

Ya Illahii… terkadang aku penat dengan ini, ingin mendapatkan sesuatu yang baru dan yang lebih..
tapi aku merasa terkungkung, merasa terikat dengan keadaan ku saat ini
Apakah memang belum saatnya?
ataukah memang kemampuanku yang belum memadai?
mungkin juga aku yang sedang diselamatkan dari pengaruh buruk disekitarku?

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

aku tahu ini tidak akan sia – sia
aku tahu ini hanya sekadar sifat manusiawiku yang kurang bijak dalam memandang bagian dari kehidupan ataupun juga kedewasaan

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran: 191-192)

ya Allah.. hanyalah Engkau yang bisa menjawab
biarkan menjadi misteri, hingga kini
Seiring waktu yang terus berjalan
Seiring teka teki tentang penempatanku
seiring kemampuanku yang mungkin akan terus bertambah
Aku tetap berharap dengan segala rasa takut dan penuh harap bahwa Engkau sedang mempersiapkan hadiah terbaik untukku..
Semoga Engkau memberikan yang terbaik untukku ya Allah..

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin: 60).

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90)

Ya Robbii, aku bodoh maka jadikanlah aku pandai,  aku juga lemah maka jadikanlah aku kuat, hamba ini kufur maka jadikan aku pandai bersyukur.
Alkhamdulillaahirobbil’alamiin.

Inilah sedikit kisahku.. dengan pekerjaanku. semoga menjadi hikmah dan pembelajaran bagi diriku dan kalian yang telah membaca. Disamping kegalauanku tentang pekerjaan, Allah sebenarnya sudah menjawab setiap pertanyaan hambanya. Hanya aku yang fakir ilmu ini yang masih belum mengerti dan harus terus belajar memaknai. Terima Kasih🙂

24 April 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s